Selasa, 07 Februari 2012

Rediscovery: rawatlah orang tuamu kelak nanti kawan

Rediscovery: rawatlah orang tuamu kelak nanti kawan: selamat siang sodara...salam sejahtera, alhamdulillah hari ini tgl 8 februari 2012 saya telah melaksanakan penelitian saya yg berjudul "Hub...

rawatlah orang tuamu kelak nanti kawan

selamat siang sodara...salam sejahtera,
alhamdulillah hari ini tgl 8 februari 2012 saya telah melaksanakan penelitian saya yg berjudul "Hubungan senam lansia dengan kapasitas vital paru pada lansia" kebetulan semua sampelnya adalah para lansia, dan saya memutuskan mengambil sampel di panti wreda pucang gading semarang.

yeaahh...kurang lebih jam 8 penelitian dimulai, dibagi 2 kelompok utk penelitian, saya dapet jatah yang di bangsal laki laki, awalnya tidak ada yang aneh dengan kakek-kakek yang ada dikamar, setelah kita periksa satu per satu ternyata banyak sekali cerita yang yang tersembunyi dibalik wajah kakek-kakek penghuni lansia, yang pertama ada seorang kakek yang menolak diukur kapasitas vital parunya dgn alat (spirometri) hanya karena alat itu sebelumnya telah dipakai oleh orang yang dia benci, padahal selang nya telah diganti dengan yang baru, berikutnya ada lansia yang ketika di diukur tekanan darahnya bercerita ttg moral dan budi pekerti anak2 jaman sekarang, "saya ketika usia 17 tahun perang melawan jepang, kok malah anak2 jaman sekarang kaya gini banyak korupsi, tidak menghargai perjuangan dulu" kurang lebih seperti itu kata seorang kakek, dan yang paling menyentuh hati saya adalah ada seorang laki laki yang sebenarnya masih terlalu muda untuk dipanggil kakek, yaa, beliau masih berusia 51 tahun, dia berasal dari jakarta (kalo gak salah) saat umur 49 dia masih menjabat sebagai direktur bank mandiri cab.semarang dan dia adalah lulusan S1 menejemen Trisakti, kesimpulan saya beliau adalah ysng cukup orang sukses, ketika kita menghampirinya untuk mengukur, dari mimik wajahnya kelihatannya dia sangat senang akan kedatangan kita, dengan lantang dia biang kepada kita "please, sit down!!",akhirnya kita mengukur tensi, kapasitas vital paru, dsb, pada akhr pengukura beliau sedikit bercerita kepada kita "dulu saya sekolah tinggi2 sampai S1 menejemen di Trisakti, tp sekarang jadi sampah disini, saya dulu direktur bank mandiri cab.semarang, saya punya 3 anak yang pertama kuliah di Trisakti, kedua masih SMA dan ketiga masih SMP, saat usia saya 49th saya terkena stroke dan saya diceraikan oleh isteri saya dan anak2 saya dibawa isteri saya semua, dan saya kehilangan pekerjaan saya, sesekali saya pengin menghubungi mantan anak buah saya dulu, tapi malu rasanya, ketiga anak saya sesekali 2 minggu sekali berkunjung ke panti ini, memakai pesawat dari jakarta, perorangnya tidak cukup 1 juta utk perjalanannya, nak, kalau nanti sukses, kalau ada waktu main kesini, ngobrol sama saya ya?", saya langsung merasa tersentuh hatinya mendengar ceritanya, bayangkan ketika yang berada disitu adalah kamu,..iya kamu, bagaimana rasanya ditinggal keluarga? dari berpuluh2 lansia yang kami ukur
rata rata wajah mereka menandakan bahwa mereka sedang merasakan kesepian, kurang perhatian dari saudara, yang harusnya pada saat memasuki umur rentan, mereka ditemani oleh anak anak mereka yang telah susah payah dibesarkan, dan bertaa canda dengan cucu mereka, malah mereka di titipkan di panti, saya gak habis pikir kok bisa bisa nya keluarganya ninggalin mereka? anak anaknya pada kemana? pada saat seperti itu harusnya anak anak atau saudara terdekat mendampingi mereka yang sudah rentan, siapa lagi yang akan pedulu\i dengan mereka kalau bukan kamu, iyaa kamu dan kita? mulai lah hari ini bahagiakanlah orang tuamu, jangan ditunda, dan rawatlah orang tua mu kelak nanti, seperti mereka merawatmu hari dulu dan hari ini.

itulah beberapa cerita yang didapat di pengalaman saya penelitian di panti lansia pucang gading semarang, semoga bermanfaat

"Rawatlah orang tuamu kelak nanti, seperti mereka merawatmu hari dulu dan hari ini"